Benih yang sudah ditanam tetapi tidak kunjung tumbuh tentu merugikan, karena waktu dan biaya ikut terbuang. Kabar baiknya, sebagian besar penyebabnya bisa dicegah. Berikut penyebab yang paling sering terjadi dan cara mengatasinya.
1. Benih disimpan dengan cara yang salah
Benih adalah makhluk hidup yang sedang “tidur”. Daya tumbuhnya menurun lebih cepat bila disimpan di tempat panas dan lembap.
Cara mengatasi:
- Simpan benih dalam kemasan aslinya yang tertutup rapat.
- Letakkan di tempat yang sejuk, kering, dan tidak terkena sinar matahari langsung.
- Bila kemasan sudah dibuka, tutup kembali serapat mungkin, misalnya dengan menggulung dan menjepit kemasannya atau memasukkannya ke wadah kedap udara.
- Jangan menyimpan benih di dekat pupuk, pestisida, atau di dapur yang panas.
2. Benih sudah kedaluwarsa
Setiap kemasan benih bersertifikat mencantumkan masa berlaku. Setelah lewat masa itu, daya tumbuhnya tidak lagi terjamin.
Cara mengatasi: periksa tanggal kedaluwarsa sebelum membeli dan sebelum menanam. Belilah benih sesuai kebutuhan satu musim tanam agar tidak terlalu lama tersimpan.
3. Benih ditanam terlalu dalam
Benih kecil seperti sawi, selada, dan cabai memiliki cadangan makanan yang sedikit. Bila ditanam terlalu dalam, kecambahnya kehabisan tenaga sebelum mencapai permukaan.
Cara mengatasi: tanam benih dangkal, terutama benih yang kecil. Patokan umumnya, semakin kecil benih, semakin tipis tanah penutupnya.
4. Media terlalu kering atau terlalu basah
Benih membutuhkan air untuk mulai berkecambah, tetapi juga membutuhkan udara. Media yang kering membuat benih tidak berkecambah, sedangkan media yang becek membuat benih busuk.
Cara mengatasi: jaga media tetap lembap merata. Gunakan media yang gembur dan berdrainase baik, dan pastikan wadah semai punya lubang pembuangan air.
5. Suhu tidak sesuai
Cuaca yang terlalu dingin memperlambat perkecambahan, sedangkan media yang terlalu panas karena terik langsung bisa mematikan kecambah.
Cara mengatasi: letakkan persemaian di tempat yang terlindung dari terik dan hujan deras, misalnya di bawah naungan plastik bening atau paranet.
6. Diserang hama atau penyakit
Semut, tikus, dan burung bisa memakan benih yang baru ditanam. Jamur di media yang terlalu lembap bisa membuat benih atau kecambah membusuk sebelum muncul ke permukaan.
Cara mengatasi: gunakan media yang bersih, hindari pupuk kandang yang belum matang, dan lindungi persemaian dari hewan pengganggu.
7. Benih memang memerlukan perlakuan khusus
Beberapa benih memiliki kulit yang tebal dan keras, misalnya semangka tanpa biji. Benih seperti ini perlu dibantu, misalnya dengan merenggangkan kulit benih sebelum disemai. Caranya dijelaskan di panduan menanam semangka tanpa biji.
Cara sederhana menguji daya tumbuh benih
Bila ragu, uji dulu sebelum menanam dalam jumlah banyak:
- Ambil sejumlah benih secara acak, misalnya 10 atau 20 butir.
- Letakkan di atas kertas tisu atau kain yang dibasahi, lalu gulung atau tutup.
- Simpan di tempat teduh dan jaga tetap lembap.
- Hitung berapa benih yang berkecambah setelah beberapa hari.
Hasilnya memberi gambaran kasar kondisi benih yang Anda miliki.
Masih bermasalah?
Bila benih sudah disimpan dan ditanam dengan benar tetapi tetap tidak tumbuh, simpan kemasan dan catat nomor lotnya, lalu hubungi produsen. Produsen benih yang baik akan membantu menelusuri penyebabnya. Untuk produk HARAKA SEED, tim kami bisa dihubungi melalui halaman kontak.
Baca juga panduan cara menyemai benih sayuran agar bibit tumbuh seragam sejak awal.