Hasil panen sangat ditentukan sejak awal, yaitu dari benih yang ditanam. Karena itu, memilih perusahaan benih sama pentingnya dengan memilih lahan atau pupuk. Di Indonesia ada banyak produsen benih, mulai dari perusahaan multinasional, BUMN, hingga produsen nasional di sentra-sentra hortikultura. Artikel ini membahas apa yang dikerjakan perusahaan benih, legalitas yang perlu Anda periksa, dan cara memilih produsen benih yang terpercaya.
Apa yang dikerjakan perusahaan benih?
Perusahaan benih tidak sekadar mengemas biji. Pekerjaannya mencakup beberapa tahap:
- Pemuliaan varietas. Merakit varietas baru yang lebih unggul, misalnya lebih tahan penyakit, lebih cepat panen, atau hasilnya lebih tinggi.
- Produksi benih. Menanam tanaman induk di lahan produksi, sering kali bersama petani mitra, lalu memanen bijinya.
- Pengolahan dan uji mutu. Membersihkan, mengeringkan, menyortir, dan menguji benih, terutama daya tumbuh dan kemurniannya.
- Pengemasan dan distribusi. Mengemas benih dengan label yang benar lalu menyalurkannya lewat distributor, kios pertanian, dan toko daring.
Legalitas yang wajib dimiliki produsen benih
Benih yang beredar di Indonesia diatur oleh pemerintah. Sebelum membeli dari produsen yang belum Anda kenal, periksa hal-hal berikut:
- Varietas terdaftar di Kementerian Pertanian. Varietas yang diedarkan harus terdaftar atau dilepas secara resmi. Untuk hortikultura, pendaftaran varietas berada di bawah Direktorat Jenderal Hortikultura.
- Izin sebagai produsen benih. Perusahaan yang memproduksi dan mengedarkan benih harus terdaftar sebagai produsen benih.
- Label benih yang lengkap. Benih yang diedarkan wajib berlabel. Label menjadi jaminan bahwa benih sudah melewati pengujian mutu.
Selain kewajiban tersebut, ada nilai tambah yang menunjukkan keseriusan produsen:
- Sertifikat sistem manajemen mutu ISO 9001:2015. Sertifikat ini menunjukkan bahwa proses produksi dan pengendalian mutu perusahaan berjalan dengan standar yang terdokumentasi dan diaudit secara berkala.
- Keanggotaan asosiasi, misalnya Ikatan Produsen Benih Hortikultura (IPBH).
Cara membaca label benih
Label adalah “kartu identitas” benih. Biasakan membacanya sebelum membeli:
- Nama varietas dan jenis tanaman. Pastikan sesuai dengan yang Anda cari.
- Nomor lot atau kelompok benih. Berguna untuk penelusuran bila ada keluhan.
- Daya berkecambah dan kemurnian. Menunjukkan persentase benih yang tumbuh dan kebersihan benih dari biji varietas atau tanaman lain.
- Tanggal kedaluwarsa. Daya tumbuh benih menurun seiring waktu, jadi hindari benih yang sudah lewat masa edarnya.
- Nama dan alamat produsen. Produsen yang jelas alamatnya lebih mudah dihubungi untuk konsultasi atau komplain.
Simpan kemasan benih sampai panen selesai. Informasi pada label sangat membantu bila Anda perlu bertanya kepada produsen.
Benih hibrida F1 atau non-hibrida?
Banyak perusahaan benih menawarkan dua jenis benih:
- Hibrida F1 adalah hasil persilangan dua tetua pilihan. Keunggulannya biasanya ada pada keseragaman tanaman, potensi hasil, dan ketahanan terhadap penyakit tertentu. Biji dari hasil panen tanaman F1 tidak disarankan ditanam ulang, karena keturunannya tidak lagi seragam dan sifat unggulnya tidak terjamin.
- Non-hibrida (bersari bebas atau OP) umumnya lebih terjangkau dan sifatnya lebih stabil dari generasi ke generasi, tetapi potensi hasilnya sering kali di bawah varietas hibrida unggulan.
Pilihan terbaik bergantung pada modal, pasar tujuan, dan kondisi lahan Anda.
Tips memilih perusahaan benih yang terpercaya
- Cek legalitas seperti dijelaskan di atas. Produsen yang serius biasanya mencantumkannya di kemasan dan situs web.
- Pilih varietas yang sesuai lokasi. Perhatikan keterangan dataran rendah atau dataran tinggi serta musim tanam yang disarankan.
- Lihat deskripsi varietas yang jelas, misalnya umur panen dan potensi hasil. Data ini membantu Anda merencanakan tanam dan panen.
- Pastikan ada layanan purnajual. Produsen yang baik bisa dihubungi untuk konsultasi budidaya dan menanggapi keluhan.
- Beli dari jalur resmi, yaitu distributor, kios resmi, atau toko daring resmi produsen. Cara ini mengurangi risiko benih palsu atau benih kedaluwarsa.
- Uji di lahan sendiri. Sebelum menanam dalam skala besar, coba varietas baru di sebagian kecil lahan terlebih dahulu.
HARAKA SEED, produsen benih dari Jember
PT Benih Haraka Sejahtera dengan merek HARAKA SEED adalah perusahaan benih sayuran dan buah di Indonesia yang berbasis di Jember, Jawa Timur, salah satu sentra hortikultura Indonesia. Perusahaan ini:
- terdaftar di database PROSEED, Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian RI;
- tersertifikasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015;
- menjadi anggota IPBH (Ikatan Produsen Benih Hortikultura);
- memproduksi 38 varietas benih, mulai dari melon, semangka, cabai, sayuran buah, sayuran daun, kacang-kacangan, hingga jagung manis, dan banyak di antaranya hibrida F1.
Daftar lengkap varietas beserta umur panen dan potensi hasilnya ada di katalog produk. Untuk menjadi distributor, lihat halaman kemitraan.