Thrips adalah hama kecil yang sering tidak terlihat, tetapi kerusakannya besar. Hama ini menyerang banyak tanaman, terutama cabai, bawang, tomat, terong, melon, dan semangka. Serangan berat bisa membuat tanaman berhenti tumbuh dan hasil panen anjlok, terutama pada musim kemarau.
Mengenal thrips
Thrips berukuran sangat kecil, ramping, dan berwarna kekuningan sampai kecokelatan. Hama ini suka bersembunyi di pucuk, balik daun, dan di dalam bunga. Thrips mengisap cairan tanaman dan juga bisa menularkan virus.
Gejala serangan thrips
- Daun muda keriting ke atas dan tumbuh tidak normal.
- Permukaan daun tampak keperakan atau mengilap seperti perunggu, terutama di bagian bawah daun.
- Muncul bercak atau garis-garis kecil berwarna pucat.
- Bunga rontok dan buah cacat atau berkerak.
- Pada serangan berat, pucuk mengering dan tanaman kerdil.
Cara cepat memeriksanya: ketukkan pucuk atau bunga di atas kertas putih, lalu perhatikan serangga kecil yang bergerak.
Kapan thrips paling banyak menyerang?
Populasi thrips biasanya meningkat pada musim kemarau dan cuaca panas. Hujan cenderung menekan populasinya. Karena itu pemantauan perlu lebih ketat saat kemarau.
Cara mengendalikan thrips secara terpadu
1. Pemantauan rutin
Periksa pucuk dan bunga minimal seminggu sekali. Semakin dini serangan diketahui, semakin mudah dikendalikan.
2. Perangkap berperekat
Pasang perangkap biru atau kuning berperekat di sekitar tanaman. Perangkap ini membantu memantau dan mengurangi populasi thrips dewasa.
3. Mulsa plastik hitam perak
Mulsa perak memantulkan cahaya sehingga mengurangi thrips dan hama pengisap lain yang hinggap di tanaman.
4. Sanitasi dan rotasi
- Bersihkan gulma, karena gulma bisa menjadi tempat thrips bertahan.
- Buang dan musnahkan sisa tanaman setelah panen.
- Gilir tanaman agar siklus hama terputus.
5. Jaga kelembapan
Pengairan yang cukup dan penyiraman ke arah tajuk pada saat yang tepat dapat membantu menekan populasi thrips pada musim kemarau.
6. Musuh alami
Lindungi musuh alami seperti kepik predator dan laba-laba dengan tidak menyemprot insektisida secara berlebihan.
7. Insektisida bila diperlukan
Bila populasi sudah tinggi, gunakan insektisida yang terdaftar untuk thrips sesuai dosis dan petunjuk pada label. Hal penting yang perlu diperhatikan:
- Semprot sampai ke pucuk dan balik daun, tempat thrips bersembunyi.
- Gilir bahan aktif antar penyemprotan agar thrips tidak cepat kebal.
- Patuhi masa tunggu panen yang tertera pada label.
Hama lain yang sering datang bersamaan
Thrips sering muncul bersama tungau yang juga membuat daun keriting, tetapi ke arah bawah, serta kutu kebul yang menularkan virus kuning. Baca juga cara mengatasi virus kuning pada cabai.
Panduan budidaya cabai lengkap ada di artikel cara menanam cabai rawit.