Buncis adalah sayuran polong yang banyak dicari untuk tumis, sop, dan masakan rumahan maupun restoran. Umurnya singkat dan bisa dipanen berkali-kali. Dulu buncis identik dengan dataran tinggi, tetapi kini ada varietas yang beradaptasi dari dataran rendah sampai tinggi.
Syarat tumbuh buncis
- Sinar matahari cukup.
- Tanah gembur, subur, dan tidak tergenang.
- Air yang cukup, terutama saat berbunga.
- Pilih varietas sesuai lokasi. Bila lahan Anda di dataran rendah, pastikan varietasnya memang cocok untuk dataran rendah.
Persiapan lahan
- Olah tanah sampai gembur dan buat bedengan dengan saluran air.
- Berikan pupuk dasar berupa pupuk kandang matang dan pupuk anorganik sesuai rekomendasi setempat.
- Tambahkan kapur pertanian bila tanah masam.
- Pasang mulsa plastik bila diperlukan.
Cara menanam
- Buncis ditanam langsung di lahan dengan cara ditugal.
- Masukkan benih ke lubang tanam dan tutup tipis dengan tanah.
- Atur populasi tanaman sesuai anjuran varietas. Sebagai contoh, varietas ARINA dianjurkan dengan populasi 26.000–27.000 tanaman per hektare, dan LUMINA 29.000–30.000 tanaman per hektare.
- Sulam benih yang tidak tumbuh pada minggu pertama.
Memasang ajir
Buncis tipe merambat membutuhkan ajir bambu agar tanaman tumbuh tegak dan polong tidak menyentuh tanah. Pasang ajir sejak tanaman mulai mengeluarkan sulur, lalu arahkan sulur ke ajir.
Perawatan tanaman
Pengairan. Jaga tanah tetap lembap. Kekurangan air saat berbunga membuat bunga dan polong muda rontok.
Penyiangan dan pembumbunan. Bersihkan gulma dan timbun pangkal tanaman agar lebih kokoh.
Pemupukan susulan. Berikan bertahap mengikuti fase tanaman, dengan dosis sesuai anjuran penyuluh atau hasil analisis tanah.
Hama dan penyakit yang perlu diwaspadai
- Lalat kacang. Menyerang batang tanaman muda.
- Kutu daun dan thrips. Merusak pucuk, bunga, dan polong muda.
- Penggerek polong. Membuat polong berlubang.
- Karat daun dan antraknosa. Bercak pada daun dan polong, terutama saat lembap.
Gunakan benih sehat, rotasi tanaman, sanitasi lahan, dan pestisida terdaftar sesuai label bila diperlukan.
Ciri buncis siap panen
- Polong masih muda, renyah, dan mudah dipatahkan.
- Biji di dalam polong belum menonjol.
- Umur tanaman sesuai deskripsi varietas.
Panen rutin setiap dua sampai tiga hari. Polong yang terlambat dipetik menjadi berserat dan harganya turun.
Rekomendasi benih buncis HARAKA SEED
- ARINA, buncis biji cokelat yang beradaptasi dari dataran rendah sampai tinggi. Polong hijau gelap, renyah dan manis, 55–108 polong per tanaman. Dipanen pada umur 44–46 hari setelah tanam, potensi hasil 21–25 ton/ha.
- LUMINA, buncis biji cokelat tua yang beradaptasi dari dataran rendah sampai tinggi. Polong lurus panjang berwarna hijau muda, renyah dan tidak langu, 63–68 polong per tanaman. Dipanen pada umur 36–38 hari setelah tanam, potensi hasil 19–20 ton/ha.
Angka di atas adalah potensi varietas menurut katalog HARAKA SEED. Hasil di lapangan bergantung pada lokasi, musim, dan teknik budidaya.