Jagung manis cocok untuk petani yang ingin perputaran modal cepat. Umurnya relatif singkat, perawatannya tidak rumit, dan pasarnya luas, mulai dari pedagang jagung rebus dan bakar sampai pasar modern. Kuncinya ada pada benih yang baik, populasi tanaman yang tepat, air yang cukup saat berbunga, dan panen pada waktu yang pas.
Syarat tumbuh jagung manis
- Sinar matahari penuh. Jagung tidak tahan naungan.
- Tanah gembur dan berdrainase baik. Jagung tidak menyukai genangan, terutama saat masih muda.
- Air yang cukup, terutama pada fase berbunga dan pengisian biji.
- Rotasi tanaman. Bila memungkinkan, selingi dengan tanaman lain seperti kacang-kacangan untuk memutus siklus hama dan penyakit.
Hibrida atau bersari bebas?
- Jagung manis hibrida (F1) umumnya lebih seragam dan tongkolnya lebih besar. Benih dari hasil panen tidak disarankan ditanam ulang.
- Jagung manis bersari bebas (OP) lebih terjangkau dan bisa menjadi pilihan untuk lahan dengan modal terbatas.
Persiapan lahan
- Bersihkan lahan dari gulma dan sisa tanaman sebelumnya.
- Olah tanah sampai gembur, lalu buat bedengan atau guludan dengan saluran air.
- Berikan pupuk dasar berupa pupuk kandang matang dan pupuk anorganik sesuai rekomendasi setempat.
- Tambahkan kapur pertanian bila tanah masam.
Cara menanam
- Jagung manis ditanam langsung dengan cara ditugal, tanpa persemaian.
- Masukkan benih ke lubang tanam, lalu tutup tipis dengan tanah.
- Tanam saat tanah cukup lembap. Bila tanah kering, siram dahulu sehari sebelumnya.
- Atur populasi tanaman sesuai anjuran varietas. Populasi yang terlalu rapat membuat tongkol kecil, sedangkan yang terlalu jarang membuang potensi lahan. Sebagai contoh, varietas MARISA F1 dianjurkan dengan populasi 44.000–45.000 tanaman per hektare.
- Tanam dalam beberapa baris berdampingan, tidak hanya satu baris panjang. Jagung diserbuki angin, dan susunan berblok membantu tongkol terisi penuh.
Perawatan tanaman
Penyulaman. Periksa lahan pada minggu pertama setelah tanam. Ganti benih yang tidak tumbuh agar populasi tetap penuh.
Penyiangan dan pembumbunan. Bersihkan gulma secara rutin. Timbun pangkal batang dengan tanah agar tanaman kokoh dan tidak mudah rebah.
Pengairan. Jangan sampai tanaman kekurangan air saat keluar bunga jantan, rambut tongkol, dan masa pengisian biji. Kekurangan air pada fase ini membuat tongkol tidak penuh.
Pemupukan susulan. Berikan bertahap mengikuti fase pertumbuhan, dengan dosis sesuai anjuran penyuluh atau hasil analisis tanah.
Hama dan penyakit yang perlu diwaspadai
- Penyakit bulai. Daun bergaris kuning keputihan dan tanaman kerdil. Gunakan varietas yang toleran, tanam serempak dengan lahan sekitar, dan cabut tanaman yang terserang sejak dini.
- Ulat grayak dan penggerek batang. Merusak daun muda, titik tumbuh, dan batang.
- Penggerek tongkol. Merusak biji di ujung tongkol.
Pantau tanaman secara rutin, terutama pada umur muda. Gunakan pestisida terdaftar sesuai label hanya bila diperlukan.
Kapan jagung manis dipanen?
Jagung manis dipanen saat masih muda, bukan saat tua dan kering seperti jagung pipil. Tandanya:
- Rambut tongkol sudah berwarna cokelat dan mulai mengering.
- Bila klobot dibuka sedikit dan biji ditekan kuku, keluar cairan putih seperti susu.
- Umur tanaman sudah sesuai deskripsi varietas.
Rasa manis jagung cepat menurun setelah dipetik, jadi segera kirim ke pembeli setelah panen dan simpan di tempat teduh.
Rekomendasi benih jagung manis HARAKA SEED
- MARISA F1, jagung manis hibrida untuk dataran rendah. Biji kuning dengan kadar gula 11,5–14 Brix, bobot tongkol 329–448 gram, populasi 44.000–45.000 tanaman/ha, dipanen pada umur 75–78 hari setelah tanam, potensi hasil 9–12 ton/ha.
- DHITA, jagung manis bersari bebas untuk dataran rendah sampai tinggi. Toleran kekurangan air dan penyakit bulai, klobot menutup rapat, rasa sangat manis. Dipanen pada umur sekitar 55 hari setelah tanam, potensi hasil 13–15 ton/ha.
Angka di atas adalah potensi varietas menurut katalog HARAKA SEED. Hasil di lapangan bergantung pada lokasi, musim, dan teknik budidaya.