Cabai keriting adalah salah satu komoditas sayuran paling penting di Indonesia. Harganya sering naik turun tajam, sehingga petani yang bisa menjaga tanamannya tetap sehat dan berbuah lama punya peluang untung besar. Panduan ini membahas cara menanam cabai keriting dari benih sampai panen.

Syarat tumbuh cabai keriting

  • Sinar matahari penuh.
  • Tanah gembur, subur, dan tidak tergenang. Genangan memicu busuk akar dan layu.
  • pH mendekati netral. Tambahkan kapur pertanian bila tanah masam.
  • Rotasi tanaman. Hindari lahan bekas cabai, tomat, terong, atau kentang untuk memutus penyakit tular tanah.

Persemaian

  1. Siapkan media semai yang gembur dari tanah halus dan pupuk kandang matang, atau media semai siap pakai.
  2. Tanam satu benih per lubang tray dengan kedalaman dangkal.
  3. Letakkan di bawah naungan plastik bening yang terang dan terlindung hujan.
  4. Bila memungkinkan, tutup persemaian dengan kain kasa agar bibit tidak tertular virus dari kutu kebul sejak dini.
  5. Bibit siap dipindah setelah memiliki beberapa helai daun sejati dan batangnya kokoh.

Panduan lengkapnya ada di artikel cara menyemai benih sayuran.

Persiapan lahan

  • Olah tanah, buat bedengan yang cukup tinggi, dan buat saluran air yang lancar.
  • Berikan pupuk dasar berupa pupuk kandang matang dan pupuk anorganik sesuai rekomendasi setempat.
  • Pasang mulsa plastik hitam perak. Sisi perak menghadap ke atas untuk memantulkan cahaya dan mengurangi hama.

Pindah tanam dan populasi

  • Pindahkan bibit sore hari, lalu siram segera.
  • Atur populasi tanaman sesuai anjuran varietas. Sebagai contoh, varietas BIANTARA F1 dianjurkan dengan populasi 22.000–23.000 tanaman per hektare.
  • Sulam bibit yang mati pada minggu pertama.

Perawatan tanaman

Ajir. Pasang ajir bambu di dekat setiap tanaman dan ikat batang secara longgar agar tanaman tidak roboh saat berbuah lebat.

Perempelan. Buang tunas yang tumbuh di bawah cabang utama pertama (cabang Y). Tanaman menjadi lebih lapang dan sirkulasi udara lebih baik.

Pengairan. Jaga tanah tetap lembap tanpa tergenang. Pada musim kemarau, pengairan teratur sangat menentukan jumlah buah.

Pemupukan susulan. Berikan bertahap dan berkala karena cabai dipanen dalam waktu lama. Dosisnya sebaiknya mengikuti anjuran penyuluh atau hasil analisis tanah.

Hama dan penyakit yang perlu diwaspadai

  • Thrips dan tungau. Daun keriting ke atas atau ke bawah.
  • Kutu kebul. Menularkan virus kuning (virus gemini).
  • Lalat buah. Buah busuk dan rontok.
  • Antraknosa (patek). Bercak cekung kehitaman pada buah, terutama saat musim hujan.
  • Layu bakteri dan layu fusarium. Tanaman layu mendadak.

Gunakan kombinasi pengendalian: mulsa perak, perangkap kuning dan perangkap lalat buah, sanitasi buah yang sakit, rotasi tanaman, pemantauan rutin, dan pestisida terdaftar sesuai label bila diperlukan.

Cara panen cabai keriting

Petik cabai saat buah sudah berwarna merah atau sesuai permintaan pembeli. Panen dilakukan bertahap setiap beberapa hari. Petik bersama tangkainya agar buah lebih awet, lalu simpan di tempat teduh dan berangin.

Rekomendasi benih cabai keriting HARAKA SEED

  • BIANTARA F1, cabai keriting hibrida untuk dataran rendah sampai menengah. Buah merah memanjang agak keriting dan pedas, 187–198 buah per tanaman, populasi 22.000–23.000 tanaman/ha. Dipanen pada umur 86–91 hari setelah tanam, daya simpan 5–8 hari, potensi hasil 24–29 ton/ha.

Angka di atas adalah potensi varietas menurut katalog HARAKA SEED. Hasil di lapangan bergantung pada lokasi, musim, dan teknik budidaya. Untuk cabai rawit, baca cara menanam cabai rawit, dan lihat semua varietas di halaman benih cabai.