Pare atau paria memang terkenal pahit, tetapi justru itulah yang dicari banyak pembeli untuk tumis, lalapan, dan masakan tradisional. Tanaman ini cukup tangguh di dataran rendah, cepat berbuah, dan bisa dipanen berkali-kali. Panduan ini membahas cara menanam pare dari benih sampai panen.

Syarat tumbuh pare

  • Sinar matahari penuh.
  • Tanah gembur dan berdrainase baik. Pare tidak tahan genangan.
  • Rotasi tanaman. Hindari lahan bekas pare, mentimun, melon, semangka, atau labu-labuan lain pada musim sebelumnya.

Menyemai benih pare

Benih pare berkulit cukup keras, sehingga perkecambahannya bisa dibantu:

  1. Rendam benih dalam air bersuhu ruang selama beberapa jam, lalu tiriskan.
  2. Peram di kain atau tisu lembap di tempat yang hangat sampai calon akar muncul.
  3. Tanam kecambah di polybag kecil atau tray semai, lalu rawat di tempat terang yang terlindung hujan.
  4. Pindahkan bibit ke lahan setelah memiliki beberapa helai daun sejati.

Benih juga bisa langsung ditanam di lahan bila kondisi tanah lembap dan cuaca mendukung.

Persiapan lahan

  1. Olah tanah dan buat bedengan dengan saluran air.
  2. Berikan pupuk dasar berupa pupuk kandang matang dan pupuk anorganik sesuai rekomendasi setempat.
  3. Pasang mulsa plastik hitam perak untuk menekan gulma dan hama.

Memasang para-para atau ajir

Pare adalah tanaman merambat yang buahnya menggantung. Petani biasanya membuat para-para dari bambu dan tali, atau ajir tinggi yang dihubungkan dengan tali. Buah yang menggantung tumbuh lebih lurus, bersih, dan seragam.

Perawatan tanaman

Pengarahan sulur. Arahkan sulur ke ajir atau para-para sejak awal. Buang tunas samping di bagian bawah agar tanaman fokus tumbuh ke atas.

Pengairan. Jaga kelembapan tanah, terutama saat berbunga dan berbuah.

Pembungkusan buah. Banyak petani membungkus buah muda dengan kertas atau plastik untuk melindunginya dari lalat buah.

Pemupukan susulan. Berikan bertahap mengikuti fase tanaman, dengan dosis sesuai anjuran penyuluh atau hasil analisis tanah.

Hama dan penyakit yang perlu diwaspadai

  • Lalat buah. Hama utama pare yang membuat buah busuk.
  • Oteng-oteng (kumbang daun) dan kutu daun.
  • Embun bulu dan embun tepung. Muncul pada daun saat cuaca lembap.
  • Kresek atau hawar daun. Pilih varietas yang toleran.

Gunakan varietas yang toleran, perangkap lalat buah, sanitasi lahan, dan pestisida terdaftar sesuai label bila diperlukan.

Cara panen pare

Petik pare saat buah masih muda, berwarna hijau segar, dan bintil-bintilnya masih tegas. Buah yang terlambat dipetik mulai menguning dan cepat lunak. Panen rutin setiap dua sampai tiga hari. Daya simpan pare cukup pendek, jadi segera kirim ke pembeli setelah dipetik.

Rekomendasi benih pare HARAKA SEED

  • KANAYA F1, pare hibrida untuk dataran rendah. Tanaman vigor dan seragam, toleran penyakit kresek, bobot buah 237–283 gram, 10–14 buah per tanaman. Dipanen pada umur 43–45 hari setelah tanam, potensi hasil 43–51 ton/ha.
  • VEDA F1, pare hibrida yang beradaptasi dari dataran rendah sampai tinggi. Buah silindris hijau muda, bobot 282–322 gram, 12–14 buah per tanaman. Dipanen pada umur 43–46 hari setelah tanam, potensi hasil 32–34 ton/ha.

Angka di atas adalah potensi varietas menurut katalog HARAKA SEED. Hasil di lapangan bergantung pada lokasi, musim, dan teknik budidaya.