Oyong atau gambas adalah sayuran merambat yang cepat dipanen, sekitar lima minggu setelah tanam, dan bisa dipetik berkali-kali. Oyong banyak dipakai untuk sayur bening dan tumisan, sehingga permintaannya stabil di pasar tradisional. Panduan ini membahas cara menanam oyong dari benih sampai panen.

Syarat tumbuh oyong

  • Sinar matahari penuh.
  • Tanah gembur, subur, dan berdrainase baik.
  • Dataran rendah cocok untuk sebagian besar varietas.
  • Rotasi tanaman. Hindari lahan bekas labu-labuan seperti mentimun, pare, melon, atau semangka.

Menyemai benih oyong

Benih oyong berkulit cukup keras. Rendam benih dalam air selama beberapa jam, lalu peram di kain lembap sampai calon akar muncul. Tanam kecambah di polybag kecil atau langsung di lahan bila tanah cukup lembap.

Persiapan lahan

  1. Olah tanah dan buat bedengan dengan saluran air.
  2. Berikan pupuk dasar berupa pupuk kandang matang dan pupuk anorganik sesuai rekomendasi setempat.
  3. Pasang mulsa plastik bila ingin menekan gulma.

Membuat para-para atau ajir

Oyong tumbuh merambat dan buahnya menggantung. Buat para-para dari bambu dan tali, atau ajir tinggi yang dihubungkan dengan tali. Buah yang menggantung tumbuh lurus, bersih, dan seragam.

Perawatan tanaman

Pengarahan sulur. Arahkan sulur ke ajir atau para-para sejak awal.

Pemangkasan. Buang tunas samping di bagian bawah supaya tanaman tidak terlalu rimbun.

Pengairan. Jaga tanah tetap lembap, terutama saat berbunga dan berbuah.

Pemupukan susulan. Berikan bertahap sesuai fase tanaman, dengan dosis sesuai anjuran penyuluh atau hasil analisis tanah.

Hama dan penyakit yang perlu diwaspadai

  • Lalat buah. Membuat buah busuk.
  • Oteng-oteng (kumbang daun) dan kutu daun.
  • Embun bulu dan embun tepung. Muncul saat cuaca lembap.

Gunakan perangkap lalat buah, sanitasi lahan, rotasi tanaman, dan pestisida terdaftar sesuai label bila diperlukan.

Cara panen oyong

Petik oyong saat buah masih muda dan empuk, sebelum kulitnya mengeras dan berserat. Panen rutin setiap dua sampai tiga hari agar tanaman terus berbuah. Simpan hasil panen di tempat teduh.

Rekomendasi benih oyong HARAKA SEED

  • HANASTA F1, oyong hibrida untuk dataran rendah. Percabangan kokoh dan produktif, buah hijau tua yang tidak pahit, 15–18 buah per tanaman, daya simpan 7–8 hari. Dipanen pada umur 34–37 hari setelah tanam, potensi hasil 38–42 ton/ha.

Angka di atas adalah potensi varietas menurut katalog HARAKA SEED. Hasil di lapangan bergantung pada lokasi, musim, dan teknik budidaya.