Mentimun termasuk sayuran yang cepat dipanen, sekitar satu bulan setelah tanam, dan bisa dipetik berkali-kali. Permintaannya juga stabil, baik untuk lalapan, rujak, acar, maupun jus. Agar hasilnya maksimal, mentimun membutuhkan benih yang baik, ajir yang kokoh, air yang cukup, dan pengendalian hama sejak dini.
Pilih tipe mentimun sesuai pasar
- Timun lalap berukuran sedang dan biasa dimakan segar sebagai lalapan.
- Timun rujak berukuran lebih besar dan cocok untuk rujak, acar, atau dipotong-potong.
Tanyakan dulu ke pembeli atau pedagang di daerah Anda tipe mana yang paling dicari.
Syarat tumbuh mentimun
- Sinar matahari penuh.
- Tanah gembur, subur, dan berdrainase baik. Mentimun tidak tahan genangan.
- Air yang cukup, terutama saat berbunga dan berbuah.
- Rotasi tanaman. Hindari lahan bekas mentimun, melon, semangka, atau labu-labuan lain pada musim sebelumnya.
Persiapan lahan
- Olah tanah sampai gembur, lalu buat bedengan dengan saluran air di antaranya.
- Berikan pupuk dasar berupa pupuk kandang matang dan pupuk anorganik sesuai rekomendasi setempat.
- Tambahkan kapur pertanian bila tanah masam.
- Pasang mulsa plastik hitam perak untuk menekan gulma, menjaga kelembapan, dan mengurangi hama.
Cara menanam
Mentimun bisa ditanam langsung di lahan atau disemai dulu di tray atau polybag kecil. Menyemai lebih dulu membuat pertumbuhan awal lebih seragam dan memudahkan penyulaman.
- Tanam benih atau bibit di lubang mulsa, lalu siram segera.
- Atur populasi tanaman sesuai anjuran varietas. Sebagai contoh, varietas MEILI F1 dianjurkan dengan populasi 22.000–23.000 tanaman per hektare, VIVAN F1 18.000–18.500 tanaman per hektare, dan CAMAL F1 13.000–14.000 tanaman per hektare.
Memasang ajir
Mentimun adalah tanaman merambat. Pasang ajir bambu atau turus sejak tanaman masih muda, lalu arahkan sulur agar merambat ke atas. Tanaman yang dirambatkan mendapat sinar matahari lebih merata, buahnya tidak menyentuh tanah, dan panennya lebih mudah.
Perawatan tanaman
Pengairan. Jaga tanah tetap lembap. Kekurangan air saat berbuah membuat buah bengkok, kecil, dan bisa terasa pahit.
Pemangkasan. Buang tunas samping di ruas-ruas bawah agar tanaman tidak terlalu rimbun dan sirkulasi udara lebih baik. Buang juga daun tua atau daun yang sakit.
Pemupukan susulan. Berikan bertahap mengikuti fase tanaman, dengan dosis sesuai anjuran penyuluh atau hasil analisis tanah.
Buah cacat. Petik buah yang bengkok atau cacat sejak kecil agar tanaman fokus membesarkan buah yang bagus.
Hama dan penyakit yang perlu diwaspadai
- Kutu kebul, thrips, dan kutu daun. Selain merusak daun, hama ini menularkan virus seperti virus gemini.
- Oteng-oteng (kumbang daun). Memakan daun muda.
- Lalat buah. Membuat buah busuk.
- Embun bulu (downy mildew). Bercak kuning bersudut pada daun, cepat menyebar saat cuaca lembap.
Gunakan varietas yang toleran, rotasi tanaman, mulsa, perangkap kuning, sanitasi lahan, dan pestisida terdaftar sesuai label bila diperlukan.
Kapan mentimun dipanen?
Mentimun dipanen saat buah masih muda, ukurannya sudah sesuai tipe varietas, dan warnanya masih segar. Buah yang terlambat dipetik menjadi besar, berbiji keras, dan warnanya menguning. Panen dilakukan rutin setiap satu sampai dua hari, sebaiknya pagi hari.
Rekomendasi benih mentimun HARAKA SEED
- VIVAN F1, timun lalap hibrida untuk dataran rendah. Toleran virus gemini dan embun bulu, buah tidak pahit, 12–16 buah per tanaman. Dipanen pada umur 29–32 hari setelah tanam, potensi hasil 40–45 ton/ha.
- MEILI F1, timun lalap hibrida yang beradaptasi dari dataran rendah sampai tinggi. Toleran virus gemini dan embun bulu, buah lebat dan tidak pahit. Dipanen pada umur 31–35 hari setelah tanam, potensi hasil 25–31 ton/ha.
- CAMAL F1, timun rujak hibrida untuk dataran rendah. Buah hijau gelap, tidak pahit, dan daya simpannya panjang, sekitar 13–14 hari setelah panen. Dipanen pada umur 31–35 hari setelah tanam, potensi hasil 39–51 ton/ha.
Angka di atas adalah potensi varietas menurut katalog HARAKA SEED. Hasil di lapangan bergantung pada lokasi, musim, dan teknik budidaya.