Terong termasuk sayuran yang tahan banting dan bisa dipanen berbulan-bulan dari satu kali tanam. Pasarnya juga luas, dari terong ungu untuk masakan sampai terong lalap dan terong hijau yang digemari di banyak daerah. Panduan ini membahas cara menanam terong dari benih sampai panen.

Pilih jenis terong sesuai pasar

  • Terong ungu berbuah panjang dengan kulit ungu mengilap, paling umum di pasar tradisional maupun modern.
  • Terong hijau berkulit hijau mengilap, populer di beberapa daerah.
  • Terong lalap berbuah kecil sampai sedang dan biasa dimakan mentah sebagai lalapan.
  • Terong apel berbuah bulat dan juga dimakan sebagai lalapan.

Sesuaikan pilihan dengan permintaan pembeli di daerah Anda.

Syarat tumbuh terong

  • Sinar matahari penuh.
  • Tanah gembur, subur, dan tidak tergenang.
  • pH mendekati netral. Tambahkan kapur pertanian bila tanah masam.
  • Rotasi tanaman. Hindari lahan bekas terong, cabai, tomat, atau kentang karena berbagi penyakit tular tanah yang sama, terutama layu bakteri.

Persemaian

Terong sebaiknya disemai lebih dulu di tray atau polybag kecil. Gunakan media semai yang gembur, tanam satu benih per lubang, dan rawat bibit di tempat terang yang terlindung dari hujan deras. Bibit siap dipindah setelah memiliki beberapa helai daun sejati dan batangnya kokoh. Panduan lengkapnya ada di artikel cara menyemai benih sayuran.

Persiapan lahan dan pindah tanam

  1. Olah tanah dan buat bedengan dengan saluran air.
  2. Berikan pupuk dasar berupa pupuk kandang matang dan pupuk anorganik sesuai rekomendasi setempat.
  3. Pasang mulsa plastik hitam perak.
  4. Pindahkan bibit sore hari, lalu siram segera.

Perawatan tanaman

Ajir. Pasang ajir pendek di dekat tanaman agar batang tidak roboh saat buah mulai lebat.

Pemangkasan. Buang tunas di bawah cabang utama pertama dan daun tua di bagian bawah. Tanaman jadi lebih lapang, sirkulasi udara lebih baik, dan risiko penyakit berkurang.

Pengairan. Jaga kelembapan tanah, terutama saat berbunga dan berbuah. Hindari genangan.

Pemupukan susulan. Karena terong dipanen dalam waktu lama, berikan pupuk susulan secara berkala dengan dosis sesuai anjuran penyuluh atau hasil analisis tanah.

Hama dan penyakit yang perlu diwaspadai

  • Penggerek buah dan pucuk. Membuat lubang pada buah dan pucuk layu.
  • Kutu kebul, thrips, dan tungau. Mengisap cairan daun hingga daun keriting atau kusam.
  • Layu bakteri. Tanaman layu mendadak. Cabut dan musnahkan tanaman yang terserang, lalu lakukan rotasi.
  • Busuk buah. Lebih sering muncul saat cuaca lembap.

Gunakan varietas yang toleran, rotasi tanaman, sanitasi lahan, pemantauan rutin, dan pestisida terdaftar sesuai label bila diperlukan.

Cara panen terong

Petik terong saat buah sudah mencapai ukuran yang diinginkan pasar, kulitnya masih mengilap, dan dagingnya belum keras. Buah yang terlalu tua kulitnya kusam dan bijinya mengeras. Potong tangkai buah dengan gunting atau pisau tajam. Panen rutin beberapa hari sekali justru merangsang tanaman terus berbuah.

Terong cepat layu setelah dipetik, jadi segera simpan di tempat teduh dan kirim ke pembeli.

Rekomendasi benih terong HARAKA SEED

  • JANU F1, terong ungu hibrida untuk dataran rendah sampai menengah. Kulit ungu gelap mengilap, bobot buah 158–212 gram, 18–24 buah per tanaman. Dipanen pada umur 56–59 hari setelah tanam, potensi hasil 71–83 ton/ha.
  • VIONEX F1, terong ungu hibrida untuk dataran rendah sampai menengah dengan percabangan produktif dan kulit ungu mengilap.
  • LAKSITA F1, terong hijau hibrida untuk dataran rendah sampai menengah. Toleran layu bakteri, kulit hijau mengilap. Dipanen pada umur 52–56 hari setelah tanam, potensi hasil 65–80 ton/ha.
  • RAJENDRA, terong lalap untuk dataran rendah sampai menengah. Kulit hijau berlurik putih, daya simpan 10–12 hari. Dipanen pada umur 49–51 hari setelah tanam, potensi hasil 13–14 ton/ha.
  • BIUTI, terong apel untuk dataran rendah. Kulit hijau bersemburat ungu, daya simpan 10–12 hari. Dipanen pada umur 45–48 hari setelah tanam, potensi hasil 25–30 ton/ha.

Angka di atas adalah potensi varietas menurut katalog HARAKA SEED. Hasil di lapangan bergantung pada lokasi, musim, dan teknik budidaya. Bandingkan semua varietas di halaman benih terong.